Selasa, 25 Oktober 2011

Pelajari dan Kenali Jenis Vocalmu

Teknik Vocal adalah Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

Unsur-Unsur Teknik Vocal :

 
1. Artikulasi adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.
Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :

- Pernafasan Dada : cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.
- Pernafasan Perut : udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.
- Pernafasan Diafragma : adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.

3. Phrasering adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku


4. Sikap Badan adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.

5. Resonansi adalah usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.

6. Vibrato adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberigelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.

7. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya

8. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.
Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :
Pendengaran yang baik
Kontrol pernafasan
Rasa musical.

Nada adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.
Sifat Nada Ada 4 (empat) :
1. Fitch yaitu ketepatan jangkauan nada.
2. Durasi yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3. Intensitas nada yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
4. Timre yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.

Ambitus Suara
adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.
Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.

Crescendo adalah suara pelan berangsur-angsur keras.
Descresendo adalah suara keras berangsur-angsur pelan.
Stacato adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.
Suara Manusia Dibagi 3 (Tiga) :

- Suara Wanita Dewasa ;

Sopran (suara tinggi wanita)
Messo Sopran (suara sedang wanita)
Alto (suara rendah wanita)

- Suara Pria Dewasa :

Tenor (suara tinggi pria)
Bariton (suara sedang pria)
Bas (suara rendah pria)
- Suara Anak-anak :
Tinggi
Rendah.

Tangga Nada Diatonis
adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur.

Tangga Nada Diatonis Mayor
adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah).

Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :

1. Bersifat riang gembira
2. Bersemangat
3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
4. Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½
Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :

1. Kurang bersemangat.
2. Bersifat sedih
3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
4. Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .
Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia.

Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor : Maju Tak Gentar, Indinesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar.

Contoh Lagu yang bertangga nada Minor :
Syukur, Tuhan, Gugur Bunga.

Tangga Nada Kromatis adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B

Tangga Nada Enharmosis adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama.
Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.

Apresiasi yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni.

Birama adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu. Contoh birama :
2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8

Paduan suara adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan.

Jenis-Jenis Paduan Suara :
1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
2. Paduan Suara 2 suara sejenis yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.
3. Paduan Suara 3 sejenis S - S - A yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
4. Paduan Suara 3 suara Campuran S - A - B yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.
5. Paduan suara 3 sejenis T - T - B yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
6. Paduan Suara 4 suara Campuran yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S - A - T - B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.

Dirigen / Conductor adalah orang yang memimpin Paduan Suara.
Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :

1. memiliki sifat kepemimpinan
2. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
3. sebaiknya sehat jasmani dan rohani
4. simpatik
5. menguasai cara latihan yang efektif
6. memiliki daya imajinasi yang baik
7. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.

Tanda Dinamik adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan.
Contoh-contoh Tanda Dinamik :
1. f : forte = keras
2. ff : fortissimo = sangat keras
3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin
4. mf : mezzo forte = setemgah keras
5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut
6. p : piano = lembut
7. pp : pianissimo = sangat lembut
8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin
9. mp : mezzo piano = setengah lembut
Perubahan Tanda Dinamika :

- Diminuendo (dim) : melembut
- Perdendosi : melembut sampai hilang
- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang
- Calando : mengurangi keras
- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun
- Cresscendo : berangsur-angsur keras
- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut

Tanda Tempo adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.

A. Tanda Tempo Cepat :

1. Allegro : cepat
2. Allegratto : agak cepat
3. Allegrissimo : lebih cepat
4. Presto : cepat sekali
5. Presstissimo : secepat-cepatnya
6. Vivase : cepat dan girang
B. Tanda Tempo Sedang :
1. Moderato : sedang
2. Allegro moderato : cepatnya sedang
3. Andante : perlahan-lahan
4. Andantino : kurang cepat

C. Tanda Tempo Lambat :

1. Largo : lambat
2. Largissimo : lebih lambat
3. Largeto : agak lambat
4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan
5. Grave : sangat lambat sedih
6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.

Permata / Corona adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.
Selamat berlatih vocal.

Minggu, 16 Oktober 2011

Zigana minor scale

Buat yang bingung gimana cari nada minor, saya ada sedikit masukan.
Untuk mencari nada minor dari sebuah scale, cari nada 6 nya (La). Contoh : Tangga nada C mayor, apakah tangga nada minornya? Cari nada ke-6 : C(1), D(2), E(3), F(4), G(5), A(6). Nah, berarti nada minor dari C adalah A.
Dalam dunia musik, biasanya Major scale itu diawali dari C secara universal, berarti Minor scale itu diawali dari A secara universal. Karena A adalah nada ke-6 dari C (Inget baik2).
Tangga nada A minor dimulai dari A dengan jarak nada sebagai berikut :
A B C D E F G A
6 7 1 2 3 4 5 6
Tangga nada minor ada 4 bentuk : Natural, Harmonic, Melodic, dan Zigana.
Natural Minor

A B C D E F G A
6 7 1 2 3 4 5 6
Harmonic Minor

A B C D E F G#(Ab) A
6 7 1 2 3 4 5#(6b) 6
Melodic Minor

A B C D E F#(Gb) G#(Ab) A
6 7 1 2 3 4#(5b) 5#(6b) 6
Minor Zigana

A B C D#(Eb) E F#(Gb) G#(Ab) A
6 7 1 2#(3b) 3 4#(5b) 5#(6b) 6

Semoga masukan dari saya ini dapat berguna bagi anda dari segi teori
The melodic minor scale is the same as the natural minor with the exception that the sixth and seventh tones are raised by a semitone (half step) when the scale is ascending. When the scale is descending, the melodic minor is the same as the natural minor, e.g.:
C, D, E-flat, F, G, A, B, C (ascending)
C, B-flat, A-flat, G, F, E-flat, D, C (descending)
SCALE STEPS (IN SEMITONES OR HALF STEPS)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
c
 
d
eb
 
f
 
g
 
a
 
b
c'
Play Melodic Minor Scale Ascending
c
 
d
eb
 
f
 
g
ab
 
bb
 
c'
Play Melodic Minor Scale Descending

Harmonic Minor scale

Sebuah skala kecil dalam teori musik umumnya dalam skala yang mencakup setidaknya tiga derajat skala penting: yang satu merupakan tonik, yang lain pada interval ketiga minor atas tonik, dan satu lagi di interval sempurna kelima atas tonik, bersama-sama menyusun tiga serangkai kecil tonik. Meskipun definisi ini mencakup banyak skala dan modus seperti Dorian modus dan modus Frigia, istilah dalam arti yang ketat biasanya terbatas pada kecil alami, skala kecil harmonik minor, dan melodi, dijelaskan di bawah, yang digunakan paling umum di Barat musik klasik (lihat mayor dan minor).
Skala kecil alami adalah mode keenam (atau Aeolian modus) dari skala besar. Misalnya, tuts putih keyboard jika dimainkan dari setiap C terus sampai satu oktaf ke C berikutnya menghasilkan skala C mayor. Jika tuts putih yang dimainkan mulai dari langkah keenam itu skala C, dari A sampai satu oktaf nilai A di atas, maka skala A minor alami ("kecil relatif" dari C) diproduksi.
Natural Minor Scale: 1 2 3 4 5 6 7 8

Harmonic and melodic minor

The harmonic minor scale is the same as the natural minor but with a chromatically raised seventh degree.
Harmonic Minor Scale: 1 2 3 4 5 6 7 8
For example, in the key of A minor, the harmonic minor scale is:
A B C D E F G A'
A harmonic minor 
Karakteristik penting dari minor harmonik skala kontras dengan alam kecil-adalah dimasukkannya dua set yang inversi akord struktural identik, dan karena itu memiliki nada suara yang ambigu. Ini adalah akord ketujuh Diminished (ditemukan pada, derajat 2 4, 6 dan 7) dan chord Augmented (ditemukan pada, derajat 3 5 dan 7).

Harmonik minor juga kadang-kadang disebut sebagai skala Islam [2] sebagai perusahaan tetrachord atas sesuai dengan jins Hijaz, umumnya ditemukan di musik Timur Tengah. Skala kecil harmonik secara keseluruhan disebut Nahawand-Hijaz [3] dalam bahasa Arab nomenklatur, dan sebagai Bûselik Hicaz [4] dalam nomenklatur Turki. Sebagai raga India, hal itu disebut Kirwani.

Interval antara (kecil) derajat keenam dan ketujuh (utama) dari skala ini (dalam kasus ini F dan G ) adalah kedua ditambah. Sementara beberapa komposer, terutama Mozart, telah menggunakan interval ini untuk keuntungan dalam komposisi melodi, komposer lain, setelah merasa itu menjadi sebuah lompatan canggung, khususnya di musik vokal, dianggap sebagai langkah keseluruhan antara dua derajat skala yang lebih kondusif untuk kelancaran menulis melodi, sehingga baik skala derajat keenam atau ketujuh dibangkitkan diratakan. Secara tradisional, teori musik telah menyebut dua pilihan skala minor melodis ascending (juga dikenal sebagai heptatonia seconda) dan menurun skala minor melodis, yang naik menjadi identik dalam tetrachord atasnya dengan skala besar, dan menurun menjadi hanya di bawah umur alam:
Ascending Melodic Minor Scale: 1 2 3 4 5 6 7 8
A B C D E F G A'
and then the Descending Melodic Minor Scale (the Natural Minor: see above):
A' G F E D C B A
A melodic minor ascending About this sound Play
A melodic minor descending About this sound Play


Komponis belum konsisten dalam menggunakan ini di naik dan turun melodi. Sama seperti sering, komposer memilih satu bentuk atau yang lain didasarkan pada apakah salah satu dari dua catatan adalah bagian dari akord paling baru (harmoni yang berlaku). Khususnya, untuk menggunakan sangat umum-karena ini didasarkan pada derajat ketiga dari skala kecil, mengangkat derajat ketujuh akan menyebabkan triad ditambah. Tiga serangkai relatif besar-yang Komponis sehingga sering membutuhkan tingkat ketujuh menurunkan ditemukan dalam minor alami. Dalam jazz, Aeolian descending biasanya diabaikan sama sekali.

Contoh penggunaan melodi kecil di rock dan musik populer termasuk Elton John "Maaf Sepertinya Menjadi Firman Hardest", yang membuat, "mengangguk ke praktik umum dengan menggunakan F [nada terkemuka di G minor] sebagai catatan kedua terakhir irama akhir


Natural-minor system


Natural-minor system in C
The natural-minor system is defined by, "(1) the use of only major and minor triads (or seventh chords made out of them) and (2) keeping the natural-minor scale pure as the aggregate pitch content," with the one exception being the chromaticism of the VIdom.Thus minor triads on \hat 1, \hat 4, and \hat 5, and major on \hat 3, \hat 6, \hat 7, are allowed but no form on the second is, either the altered major [in C: D-F-A] or minor [D-F-A], or the already occurring but consistently avoided diminished triad [D-F-A]

Chromatic-minor system


Chromatic-minor system in C.
The chromatic-minor system is a natural minor scale with major triads built on every step, though the first may be major or minor (the tonic to Eric Clapton's "After Midnight" is major on Eric Clapton and minor on Crossroads[8]) and occasionally the second may be lowered (a Neapolitan chord). "Whereas the construction of the natural-minor system involves the consistent use of a scale at the expense of variety in triad qualities, the chromatic-minor system involves consistent use of a particular triad type—the major triad—at the expense of purity of scale." Thus variants of the third, fourth, sixth, and seventh are found. Seventh chords are usually dominant sevenths, involving further chromaticism. II and VI are generally not used together, "perhaps because the tritone between their roots leaves the chords too distant." Due to the unusual nature of this system, rather than V/V the major triad built on the second step is notated II.

Finding key signatures

 


Circle of fifths showing major and minor keys and their signatures
Major and minor keys that share the same signature are called relative; so C major is the relative major of A minor, and C minor is the relative minor of E major. The relative major is a minor third above the tonic of the minor. For example, since the key signature of G major has one sharp (see major scales for how to find this), its relative minor, E minor, also has one sharp in its key signature.
Music may be written in an enharmonic scale (e.g. C minor, which only has four sharps in its key signature, compared to the theoretical eight flats required for D minor). The following are enharmonic equivalents:
Key Sig.
Major Scale
Minor Scale
5/7
B/C major
g/a minor
6/6
F/G major
d/e minor
7/5
C/D major
a/b minor
Double sharps/double flats can be written as accidentals, but not as part of a key signature. For example:
D Minor Key Signature: E + A + D + G + C + F + Bdouble flat (the B is now double flatted and therefore, notated after the single accidentals, which obviously do not include the B)
D Natural Minor = D E F G A Bdouble flat C D
D Melodic Minor (Ascending + Descending) = D E F G A B C D C Bdouble flat A G F E D
D Harmonic Minor = D E F G A Bdouble flat C D

Maaf transletnya kurang baik. hehehehe.. :D

Scale (Tangga Nada) Minor

Scale atau Tangga Nada ; kita akan membahas Tangga Nada Minor di sini. Pada dasarnya cuman ada 3 Tangga Minor yg paling dikenal yaitu ; Minor Harmonic, Minor Melodyc dan Minor Natural. Natural Minor ini bunyinya sama dengan Scale ke 6 yaitu Aeolian(dibahas nanti). Minor Harmonic mempunyai urutan sebagai berikut ; C , D , Eb , F , G , Ab , B , C’ Minor Melodyc memiliki 2 karena Naik (Ascending) dan tuirunnya (Descending) berbeda, urutannya sebagai berikut ; C , D , Eb , F  , G , A , B , C’ (Asc) kemudian C’ , Bb , Ab , G , F , Eb , D , C (Desc). 

Maka kita memakai contoh dengan Minor Natural saja di bawah ini.
Jikalau di mulai dari Tangga Nada C Minor ; C , D , Eb , F , G , Ab , Bb , C’, kita coba menggunakan Circle of Fourth lagi di sini

2. Selanjutnya ; F , G , Ab , Bb , C , Db , Eb , F’
3. Selanjutnya ; Bb , C , Db , Eb , Fb , Gb , Ab , Bb’
4. Selanjutnya ; Eb , F , Gb , Ab , Bb , Cb , Db , Eb’
5, Selanjutnya ; Ab , Bb , Cb , Db , Eb , Fb , Gb , Ab ‘
6. Selanjutnya ; Db , Eb , Fb , Gb , Ab , Bbb , Cb , Db’

Sekarang coba kita lanjutkan dengan dimulai dari nada ke 5, karena terlalu banyak tanda double flat nantinya, jika kita meneruskan putaran ini hingga 12 Tangga Nada.

7. Selanjutnya ; G , A , Bb , C , D , Eb , F , G’
8. Selanjutnya ; D , E , F , G , A , Bb , C , D’
9. Selanjutnya ; A , B , C , D , E , F , G , A’
10.Selanjutnya ; E , F# , G , A , B , C# , D , E’
11.Selanjutnya ; B , C# , D , E , F# , G , A , B’
12.Selanjutnya ; F#, G#, A , B , C# , D , E , F#’

Modes , sebenarnya juga sama dengan scale tetapi Tangga Nada Ini diciptakan dari susunan Tangga Nada Mayornya

Jika memainkan jarak 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1 , 1/2 , kita meyebutnya sebagai Ionian.
Jika memainkan jarak 1 , 1/2, 1 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , kita meyebutnya sebagai Dorian.
Jika memainkan jarak 1/2 , 1 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , kita menyebutnya sebagai Phrigian.
Jika memainkan jarak 1 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1/2 , kita menyebutnya sebagai Lydian.
Jika memainkan jarak 1, 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , kita menyebutnya sebagai Mixolydian.
Jika memainkan jarak 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , kita menyebutnya sebagai Aeolian.
Jika memainkan jarak 1/2 , 1 , 1 , 1/2 , 1 , 1 , 1 , kita menyebutnya sebagai Locrian.

Scale (Tangga Nada) Mayor

Scale (Tangga Nada) Mayor

Dalam Konsep Diatonik kita akan diperkenalkan dengan Circle of Fouth dan juga Circle of Fifth, yaitu putaran jarak nada dari jarak Perfect 4th nya & Perfect 5th nya. Contoh ; Pada tangga Nada C Mayor dimulai dari Nada C yaitu c, d, e, f , g , a, b , c’. Kemudian untuk mencari Tangga Nada Mayor ke dua tentunya menjadi tangga Nada dengan 1 #. Kita tinggal memulainya dari nada ke 5. Maka yg terjadi adalah g, a, b, c, d, e, f, g’. Namun nada-nada yg barusan ini belum memenuhi syarat sebagai Tangga Nada Mayor baru. Karena jaraknya harus 1,1,1/2,1,1,1,1/2(lihat di Halaman Home).

Maka yang terjadi adalah setiap kita mendapatkan Tangga Nada Mayor baru, maka nada ke tujuh harus dinaikkan 1/2 nada. Maka menjadi G, A, B, C, D, E, F#, G
2. Selanjutnya 2 # menjadi ; D , E , F#, G , A , B , C#, D’
3. Selanjutnya 3 # menjadi ; A ,  B , C#, D  , E , F# , G# , A’
4. Selanjutnya 4 # menjadi ; E , F# , G# , A , B , C# , D# , E’
5. Selanjutnya 5 # menjadi ; B , C# , D# , E , F#, G# , A# , B’
6. Selanjutnya 6 # menjadi ; F#, G#, A#, B , C#, D# , E#, F#’
7. Selanjutnya 7 # menjadi ; C# , D# , E# , F# , G# , A# , B# , C#

Mencari Tangga Nada Mayor baru menggunakan Circle of Fourth, sebalikanya kita memulainya selalu dari nada ke 4 dari Tangga Nada Mayor sebelumnya. Jika awalnya adalah C , D , E , F , G , A , B , C
2. Selanjutnya ; F, G , A , B , C , D , F . Karena ini belum mmenuhi syarat sebagai Tangga Nada Mayor baru, berarti kita harus selalu meurunkan 1/2 pada nada ke 4. menjadi ; F, G , A , Bb , C , D , E , F’
3. Selanjutnya 2 b menjadi ; Bb , C , D , Eb , F , G , A , Bb’
4. Selanjutnya 3 b menjadi ; Eb , F , G , Ab , Bb , C , D , Eb’
5. Selanjutnya 4 b menjadi ; Ab , Bb , C , Db , Eb , F , G , Ab’
6. Selanjutnya 5 b menjadi ; Db , Eb . F , Gb , Ab , Bb , C , Db’
7. Selanjutnya 6 b menjadi ; Gb , Ab , Bb , Cb , Db , Eb , F , Gb’
8. Selanjutnya 7 b menjadi ; Cb , Db , Eb , Fb , Gb , Ab , Bb , Cb’